Mengirim Paket ke Jepang, Ternyata Ada Ceritanya Sendiri



Punya keluarga atau teman yang tinggal di Jepang kadang bikin kita ingin mengirim sesuatu dari Indonesia. Bisa makanan kesukaan, baju, camilan, atau barang-barang kecil yang mungkin kelihatannya biasa saja buat kita, tetapi cukup berarti buat orang yang tinggal jauh dari rumah.

Saya pernah berpikir, mengirim paket ke Jepang itu pasti ribet. Bayangan saya, harus mengurus banyak dokumen, datang ke sana kemari, lalu menghadapi berbagai macam aturan yang bikin pusing. Apalagi Jepang. Negara yang terkenal tertib dan punya banyak aturan.

Ternyata, memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tapi bukan berarti semuanya sesulit yang dibayangkan.

Barang yang Mau Dikirim Apa, Ya?

Ini mungkin hal pertama yang perlu dipikirkan sebelum mengirim paket ke Jepang.

Kalau untuk keluarga sendiri, biasanya kita ingin mengirim barang yang mereka sukai. Misalnya keripik, sambal kemasan, bumbu masakan Indonesia, pakaian, atau barang-barang yang susah ditemukan di Jepang.

Buat orang yang sudah lama tinggal di sana, makanan dari Indonesia mungkin bisa sedikit mengobati rasa kangen rumah. Apalagi kalau biasanya di Indonesia tinggal makan apa saja yang tersedia, lalu setelah pindah ke Jepang harus mulai mencari bahan makanan yang cocok.

Namun, tidak semua barang bisa dikirim begitu saja. Ada barang yang diperbolehkan, ada juga yang dibatasi atau tidak bisa dikirim. Makanan misalnya, perlu dilihat jenis dan kemasannya. Begitu juga obat-obatan, barang elektronik, dan beberapa jenis barang lainnya.

Jadi, sebelum memasukkan semuanya ke kardus, lebih baik tanyakan dulu apakah barang-barang tersebut bisa dikirim. Daripada sudah capek mengemas, ternyata ada barang yang harus dikeluarkan lagi.

Mulai Sibuk Mengumpulkan Barang

Kalau barang yang mau dikirim sudah jelas, biasanya kita mulai mengumpulkannya satu per satu.

Awalnya mungkin cuma ingin mengirim beberapa bungkus makanan. Lalu teringat ada baju yang belum dikirim. Setelah itu, ada titipan saudara, oleh-oleh, atau barang lain yang sekalian ingin dimasukkan.

Tahu-tahu barangnya sudah banyak.

Hal seperti ini sepertinya cukup sering terjadi. Niat awalnya cuma mengirim paket kecil, tetapi akhirnya jadi beberapa kilogram.

Di tahap ini, kita perlu memperhatikan berat dan ukuran paket. Sebab, biaya pengiriman tidak selalu ditentukan dari berat barang saja. Ukuran kardus juga bisa berpengaruh, tergantung ketentuan pengiriman yang digunakan.

Makanya, kardus yang terlalu besar untuk barang yang sedikit kadang justru kurang menguntungkan. Selain memakan tempat, ruang kosong di dalam kardus juga bisa membuat barang bergerak selama perjalanan.

Kalau bisa, gunakan kardus yang ukurannya sesuai dengan isi paket. Barang-barangnya disusun dengan rapi, lalu ruang kosong yang masih tersisa diisi dengan bahan pelindung yang sesuai.

Tidak perlu asal memasukkan barang sampai kardus penuh sesak. Yang penting, barang aman dan kemasannya cukup kuat untuk perjalanan jauh.

Berapa Biaya Kirim Paket ke Jepang?

Nah, ini biasanya menjadi pertanyaan berikutnya.

Biaya pengiriman paket ke Jepang bisa berbeda-beda, tergantung berat, ukuran, jenis layanan, dan ketentuan ekspedisi yang digunakan.

Ada layanan udara yang biasanya lebih cepat, ada juga pengiriman laut yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kalau barangnya perlu segera sampai, layanan udara bisa menjadi pilihan. Tetapi kalau barangnya cukup banyak dan tidak terburu-buru, pengiriman laut juga bisa dipertimbangkan.

Sebelum memilih, sebaiknya tanyakan berapa perkiraan total biayanya dan berapa lama waktu pengirimannya. Jangan hanya melihat harga paling murah, tetapi perhatikan juga layanan yang didapatkan dan aturan yang berlaku.

Kalau belum tahu berat paketnya, kita bisa mulai dengan memperkirakan berat seluruh barang. Setelah barang dikemas, berat dan ukuran akhirnya bisa diperiksa lagi supaya perhitungan biaya lebih jelas.

Berapa Lama Paket Bisa Sampai?

Kalau mengirim barang ke luar kota saja kadang kita sudah tidak sabar menunggu, apalagi kalau paketnya dikirim sampai Jepang.

Lama pengiriman bergantung pada jenis layanan yang dipilih. Pengiriman udara biasanya membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan pengiriman laut. Namun, waktu yang sebenarnya bisa dipengaruhi proses pemeriksaan, dokumen, kondisi operasional, dan hal-hal lain selama perjalanan.

Karena itu, kalau ingin mengirim makanan atau barang untuk keperluan tertentu, sebaiknya jangan terlalu mepet dengan tanggal penggunaannya.

Misalnya, ingin mengirim hadiah ulang tahun untuk keluarga di Jepang. Lebih baik mengirimnya lebih awal daripada berharap paket pasti tiba tepat pada hari ulang tahunnya.

Kita juga perlu memahami bahwa perkiraan waktu pengiriman bukan selalu jaminan tanggal pasti paket sampai.

Alamat Penerima Jangan Sampai Salah

Ada satu hal yang kadang dianggap sepele, padahal penting sekali, yaitu alamat penerima.

Pastikan nama penerima, kode pos, alamat lengkap, dan nomor telepon ditulis dengan benar. Kalau penerima tinggal di apartemen, jangan lupa mencantumkan nama gedung dan nomor kamar jika diperlukan.

Alamat di Jepang biasanya ditulis dengan susunan yang berbeda dari alamat di Indonesia. Jadi, kalau kita belum terbiasa, tidak ada salahnya meminta penerima mengirimkan alamat lengkap yang bisa langsung digunakan untuk pengiriman.

Jangan menebak-nebak bagian alamat yang kurang. Lebih baik bertanya sekali lagi daripada paket mengalami kendala karena informasi yang tidak sesuai.

Tidak Harus Menunggu Sampai Barangnya Banyak

Kadang kita menunda mengirim paket karena merasa barangnya belum cukup banyak. Ada juga yang sengaja mengumpulkan barang selama beberapa bulan supaya bisa dikirim sekaligus.

Sebenarnya, semuanya kembali pada kebutuhan dan perhitungan biaya masing-masing.

Kalau barang yang ingin dikirim hanya sedikit, kita bisa menghitung dulu apakah lebih cocok dikirim sekarang atau menunggu barang lainnya terkumpul. Sebaliknya, kalau ada barang yang memang dibutuhkan penerima dalam waktu dekat, tidak harus menunggu sampai kardusnya penuh.

Yang penting, kita tahu perkiraan biaya, jenis layanan yang tersedia, dan barang apa saja yang boleh dikirim.

Kalau masih bingung, bertanya kepada pihak ekspedisi sebelum menyiapkan paket juga bisa membantu. Kita jadi tahu apa yang perlu dipersiapkan sejak awal, termasuk soal kemasan, alamat, dan barang yang akan dikirim.

Pada Akhirnya, Mengirim Paket Itu Soal Persiapan

Mengirim paket ke Jepang memang tidak sama dengan mengirim barang ke tetangga sebelah rumah. Ada aturan, biaya, dan proses yang perlu diperhatikan.

Tapi kalau dipersiapkan dari awal, semuanya bisa terasa lebih mudah. Mulai dari memilih barang, memastikan barang boleh dikirim, menyiapkan kemasan, memeriksa alamat, sampai menentukan layanan pengiriman.

Apalagi kalau paketnya berisi barang-barang untuk keluarga sendiri. Rasanya tentu menyenangkan membayangkan mereka menerima sesuatu dari rumah, meskipun kita sedang berada di negara yang berbeda.

Kadang yang dikirim memang cuma sebungkus makanan atau beberapa potong pakaian. Tetapi bagi orang yang menerimanya, bisa jadi barang-barang itu punya arti lebih dari sekadar isi kardus.

Dan mungkin, itulah salah satu alasan kenapa orang masih senang mengirim paket kepada keluarga atau teman yang tinggal jauh di Jepang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengirim Sepeda Bekas dari Jepang ke Indonesia Menggunakan Jasa Cargo

Kiat-kiat Mengirim Sepeda Listrik ke Jepang melalui Layanan Cargo

Perbandingan Biaya Pengiriman Sepeda ke Jepang